Wawancara
Wawancara Exclusive KOMUNITAS PAPUA dengan ANDY AYAMISEBA“EPISODE BARU PERJUANGAN PAPUA DI PASIFIK”
Berangkat dari hal tersebut, komunitas Papua ingin mengajukan pertanyaan kepada Bung Andy sebagai wakil Papua Barat di Vanuatu. |
| Read more text |
SELAMAT DATANG DI KOMUNITAS PAPUA.NET
Rakyat BIAK menyerukan Referendum
Masyarakat West Papua di Biak pada tanggal 1 September 2010 melakukan aksi demonstrasi untuk menyeruhkan pada PBB perlu diadakannya REFERENDUM bagi bangsa West Papua. Sejumlah element masyarakat yang tergabung dalam Komite National Papua Barat (KNPB) wilayah Biak melakukan aksi demonstrasi, pada awalnya berkumpul di Pendopo Dewan Adat Byak dan lima ratusan lebih demonstran tersebut berjalan dari Pendopo Dewan Adat Byak menuju DPRD Kabupaten Biak Numfor.
Paradigma Dialog
Kesadaran perjuangan harus dibangun. Tapi jangan membangun kesadaran perjuangan karena ada agenda ini dan itu di luar negeri sana. Di Papua Barat dan rakyat yang ada diatas tanah ini harus mengerti esensi perjuangan Papua Barat Merdeka. Dan semangat perjuangan rakyat Papua harus didasarkan pada cita-cita perjuangan Papua Merdeka, bukan pada semangat momentum belaka.
Referendum Solusi Demokratis
Oleh : Victor Yeimo
Kemarin ribuan rakyat Papua Barat turun jalan tuntut referendum. Hari ini rakyat Papua Barat turun jalan tuntut referendum lagi. Besok, rakyat akan turun terus menerus tuntut referendum digelar di wilayah Papua Barat. Tuntutan ini tidak akan berhenti hingga referendum benar-benar dilaksanakan di Papua Barat. Menjadi pertanyaan bagi kalangan intelektual dan kelompok Papua lain yang lebih memilih penyelesaian masalah Papua Barat lewat jalur dialog, apakah dialog Jakarta-Papua tetap menjadi alternatif utama dalam penyelesaian Papua? Lalu apakah desakan referendum oleh rakyat Papua Barat harus dikesampingkan? Mari kita bahas.
Terakhir Diperbaharui (Rabu, 01 September 2010 20:07)
Uskup Timika Prihatinkan Pendidikan Anak Kamoro
KomunitasPapua News,
Timika - Pemimpin Gereja Katolik Keuskupan Timika Mgr John Philip Saklil Pr memprihatinkan pendidikan anak-anak asli Papua terutama suku Kamoro di yang kurang mendapat perhatian serius orang tua dan pemda setempat.
"Dewasa ini sebagian besar anak-anak suku Kamoro tidak sekolah. Akhirnya kantor-kantor pemerintah di Timika diisi oleh orang gunung dan orang-orang dari luar," kata Uskup Saklil, Minggu.
Ia mengatakan hal itu saat memberikan sakramen krisma kepada 69 orang dewasa di Gereja St Agustinus Nawaripi, Timika, Minggu.
Pernyataan Sikap PRP ( Perhimpunan Rakyat Pekerja)
PERNYATAAN SIKAP
PERHIMPUNAN RAKYAT PEKERJA
Nomor: 269/PS/KP-PRP/e/VIII/10
Usut tuntas kasus penembakan terhadap nelayan di Kepulauan Walea!
Neoliberalisme semakin menyingkirkan rakyat!
Salam rakyat pekerja,
Citra Kepolisian RI sebagai pengayom masyarakat kembali tercoreng. Demi kenyamanan para pemilik modal, Kepolisian Indonesia rela dan tega untuk membunuh rakyatnya sendiri. Hal ini yang terjadi di Kepulauan Walea, Sulawesi Tengah. Seorang nelayan warga Desa Tanjung Jepara, Banggai yang bernama Robby, berusia 14 tahun, tewas di tempat karena kepalanya tertembus peluru seorang aparat kepolisian dari Satuan Pengamanan Kota (Samapta) Walea Kabupaten Tojo Una-una.
Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 28 Agustus 2010 19:50)
DUA POSKO MASYARAKAT ADAT KOTEKA DI WAMENA DI BAKAR
WAMENA 26 Agustus 2010 - Dua Posko masyarakat adat koteka milik Dewan Adat Wilayah Mbaliem di bakar oleh pihak Inteligant Indonesia. Posko adat tersebut adalah tempat masyarakat adat koteka melakukan rapat-rapat khusus guna membahas soal-soal masyakat adat koteka di Mbaliem Wamena.
Pengangkatan 53 Pejabat Struktural Supiori Salahi Prosedur
Komunitas Papua News,
Biak - Pengangkatan 53 pejabat struktural eselon II, III dan IV di jajaran Pemkab Supiori, Papua, pada Kamis lalu dipertanyakan, karena menyalahi prosedur yang semestinya.
Juru bicara pejabat eselon Supiori Yotam Wakum SH di Biak, Sabtu, mengakui, pengangkatan 53 pejabat struktural Supiori tidak mengikuti aturan kepegawaian PP No 9 tahun 2003, sehingga surat keputusan pejabat Bupati Julianus Mnusefer cacat hukum.
"Beberapa pejabat yang diganti atau dinonaktifkan sangat menyesalkan cara pengangkatan dan pelantikan pejabat Supiori. Ya kami berencana melakukan gugatan atas surat keputusan Bupati ke Pengadilan Tata usaha Negara di Jayapura," kata Yotam Wakum SH, menanggapi pelantikan 53 pejabat struktural Supiori.
AJI Jayapura: Wartawan Merauke Tewas Dibunuh
Komunitas Papua News,
Jayapura - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Jayapura, melalui ketuanya Victor Mambor, menduga kuat kematian salah satu wartawan di Merauke, Papua, karena dibunuh.
"Berdasarkan hasil investigasi AJI dan diperkuat oleh rilis yang dikeluarkan Markas Besar Polri di Jakarta, maka kuat dugaan kalau Ardiansah Matrais tewas karena dibunuh," kata Victor Mambor yang juga didampingi sekretarisnya Cunding Levi, kepada wartawan di Jayapura, Sabtu.
Ia menjelaskan, sejak awal mencuatnya kasus kematian Ardiansyah Matrais yang ditemukan tidak bernyawa di kali Maro, daerah gudang Arang, Merauke, pihaknya langsung melakukan investigasi dan menanyakan perihal kematian wartawan Merauke TV itu pada pihak kepolisian. Hanya saja hingga saat ini pihak Polda Papua tidak memberikan jawaban pasti.
Pesawat Hercules TNI AU Rusak di Timika
Komunitas Papua News,
Timika - Sebuah pesawat hercules milik TNI AU mengalami kerusakan mesin saat hendak berangkat dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Wamena, Jumat (20/8).
Komandan Pangkalan Udara Timika, Letkol Penerbangan I Nyoman kepada ANTARA di Timika, Sabtu, membenarkan adanya kerusakan pada salah satu pesawat pengangkut milik TNI AU tersebut.
"Memang benar pesawat hercules mengalami sedikit kerusakan dan sementara dilakukan perbaikan karena suku cadang sudah didatangkan dari Jakarta," jelas Nyoman.
Dari pantauan ANTARA di Bandara Mozes Kilangin Timika, Sabtu siang, para teknisi sedang memperbaiki pesawat hercules yang mengalami kerusakan.
Gubernur Papua Rumuskan Empat Agenda Pembangunan
Komunitas Papua News,
Jayapura - Gubernur Provinsi Papua Barnabas Saebu merumuskan empat agenda utama pembangunan yang harus dilakukan oleh setiap pelaku pembangunan di wilayah ini dalam rangka menuju Papua baru yang sejahtera.
Dalam pidatonya pada Raperda APBD di Aula DPR Papua Jayapura, Rabu (18/8), Gubernur Barnabas menegaskan, agenda PERTAMA yang harus dilakukan adalah menata kembali pemerintahan daerah dalam rangka membangun pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa pada semua jajaran dan tingkatan, sekaligus melakukan penataan tata kehidupan politik kemasyakatan yang demokrasi, dewasa, dan bermutu, berdasarkan Undang-Undang Otonomi Khusus.
Penduduk Papua Tambah di Atas Rata-Rata
Kompas Online (http : // regional. kompas.com /read/ 2010/ 08/ 16/ 19064890 / Penduduk.Papua. Tambah. di. Atas. Rata. rata) menyebutkan bahwa hasil sensus penduduk Provinsi Papua 2010 menunjukkan jumlah penduduk di provinsi Papua mencapai 2.851.999 jiwa.
Terakhir Diperbaharui (Selasa, 17 Agustus 2010 18:18)
PERLUNYA REFERENDUM
Oleh : KumMeser
Pada bulan Maret 1962, perundingan antara Belanda dan Indonesia secara serius diadakan dengan perantaraan Amerika yang diwakili oleh Ellsworth Bunker di Hutland dekat Washington . Namun oleh karena meningkatnya ketegangan dengan penambahan personil-personil militer kedua belah pihak di West Papua , perundingan-perundingan tersebut ditunda dan hampir saja mengalami kegagalan.
Perundingan-perundingan tersebut dilanjutkan pada bulan Juli 1962 dan berakhir pada bulan Agustus dengan disepakatinya THE NEW YORK AGREEMENT tanggal 15 Agustus 1962 oleh Belanda dan Indonesia.
Terakhir Diperbaharui (Sabtu, 14 Agustus 2010 23:55)
Pemerintah Remehkan Masalah Papua
Pemerintah pusat dinilai cenderung mengecilkan akar masalah Papua dan otonomi khusus (otsus). Perlindungan dan pemberdayaan terhadap orang asli Papua hanya terjebak pada retorika.
Demikian disarikan dari diskusi dan peluncuran buru Papua Road Map: Negotiating The Past, Improving The Present and Securing The Future yang diselenggarakan Pusat Penelitian Politik (P2P) LIPI dan Yayasan Tifa, di Jakarta, kemarin.
"Harus kami katakan secara jujur, pemerintah pusat, terutama Kemenko Polhukam dan jajaran kementerian lainnya terjebak pada kepentingan diri sendiri," ujar Koordinator Tim Papua LIPI, Muridan S Widjojo, selaku editor buku tersebut.
144 Prajurit TNI di Papua Mengidap HIV/AIDS
Komunitas Papua News
Jayapura - Rumah Sakit Marthen Indey Jayapura, Papua, mencatat hingga Mei 2010 ada 144 prajurit Kodam XVII/Cenderawasih yang positif mengidap virus HIV/AIDS.
Kepala rumah sakit tersebut dr Yenny Purnama mengemukakan di Jayapura, Kamis, dari 144 prajurit TNI yang positif mengidap HIV/AIDS itu empat diantaranya telah meninggal, sedangkan yang lainnya masih menjalani perawatan dan sudah diserahkan ke Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua.
"Bagi prajurit yang positif mengidap HIV/AIDS mendapat perawatan intensif dari Kodam dengan memberikan obat secara rutin," katanya.
Ketika disinggung mengenai perlakuan terhadap prajurit yang positif terjangkit HIV/AIDS, ia mengemukakan, saat ini mereka tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Kodam tidak pernah membatasi ruang lingkup mereka.
"Mereka tetap menjalankan tugas sebagai prajurit karena kami tidak ingin ada stigma terhadap mereka," ujarnya.(FW/Ant)
Polisi Memburu Oknum Separatis RMS
Komunitas Papua News,
Ambon - Polres pulau Ambon dan pulau - pulau Lease terus memburu oknum gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) untuk menindaklanjuti penangkapan 20 orang dan sejumlah barang bukti lainnya sejak 28 Juli 2010, kata Kabid Humas Polda setempat, AKBP Johanis Huwae.
"Kami masih mengembangkan penyidikan terhadap 20 orang tersebut, termasuk Frans Sinmiasa yang disebut sebagai Mendagri organisasi sempalan tersebut," katanya di Ambon, Kamis.
Frans Sinmiasa diduga juga berperan penting dalam rencana pengibaran bendera "benang raja" saat puncak Sail Banda yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Ambon pada 3 Agustus 2010.
ANAK PAPUA JADI PEMULUNG, HASIL OTSUS ?

Oleh: marthen goo
Jayapura, 8 Agustus 2010
Jayapura- Dikalah otonomi khusus dilaksanakan di Papua dan dipaksakan untuk pelaksanaannya oleh pemerintah pusat, nasip anak papua terancam krisis dan memprihatinkan dalam tiap langkah hidupnya, seperti terlukis pada wajah 3 orang anak SD yang bernama Jefri, Etmon dan Falen di perumnas 3, waena jayapura.
ketika ditanya apa saja yang kalian lakukan tiap hari?
Dengan serempak, ketiga anak papua itu mengatakan, sekolah dan pulang sekolah mencari besi tua dan kaleng-kaleng untuk dijual, agar bisa mendapatkan sedikit uang untuk membantu orang tua dan membayar kebutuhan sekolah.
Terakhir Diperbaharui (Senin, 09 Agustus 2010 19:07)
Warga Manokwari dan Puncak Jaya di tembak dengan Senajata Laras Panjang
Komunitas Papua News,
Manokwari - Pelaku penembakan di Kampung Teheyep, Distrik Tanah Rubuh, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, adalah tiga lelaki yang mengunakan senjata laras panjang. Keterangan itu diketahui dari seorang saksi yang melihat langsung peristiwa penembakan terhadap Yakobus Warfandu, pagi, demikian sumber TEMPO Interaktif Ahad (8/8) memberitakan.
Saksi bernama Kartini, yang ternyata adalah keponakan korban. Menurut perempuan itu, penembakan terhadap Yakobus terjadi tadi pagi sekitar pukul 06.00 waktu setempat (bukan pada Sabtu (7/8) sore). Ketika mendengar letusan senjata, Kartini bergegas keluar rumah. Dia sempat melihat tiga orang kabur masuk hutan dengan menenteng senjata laras panjang.
Kemerdekaan Papua Barat gagal tanpa dukungan regional
Perdana Menteri Vanuatu, Edward Natapei, mengatakan pemerintahnya akan gagal jika memaksakan kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia TANPA dukungan regional.
Organisasi Papua Merdeka, O-P-M, mempunyai kantor perwakilan di Vanuatu dan mengatakan kecewa bahwa Perdana Menteri Natapei tidak mengangkat isu tersebut dalam pertemuan antar Forum Kepulauan Pasifik di Port Vila minggu lalu.
Wartawan Radio Australia melaporkan bahwa dalam komunike Forum Pasifik tidak disebut-sebut soal Papua Barat walaupun parlemen Vanuatu baru-baru ini dengan suara bulat mengesahkan resolusi yang mendukung kemerdekaan Papua Barat.
Kontribusi Moderator E-group Bagi Perjuangan Papua
Oleh : Yosef Rumasef
Salah satu kelemahan dalam perjuangan bangsa Papua selama ini adalah masalah persatuan dan kesatuan. Keluhan banyak pihak mengenai aspek ini bertahun-tahun menonjol demikian kuat. Baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun demikian, kita menyaksikan sebuah perubahan signifikan terjadi pada aspek ini di tahun 2010 ini. Dua indikator paling nyata adalah bagaimana demo-demo baik untuk menolak Otsus dan untuk menuntut referendum yang terjadi simultan di berbagai kota di Papua, nasional dan manca negara dengan issue sama. Salah satu lagi adalah tampilnya wakil-wakil Papua dari Australia dan Vanuatu sebagai satu team didukung dengan kuat baik dengan statemen maupun dengan doa oleh pemuda di dalam negeri. Iini menunjukkan bahwa persatuan dan kesatuan Papua sedang bertumbuh subur dan produktif.
POLRI AKUI VIDEO SADIS PEMBANTAIAN AKTIVIS PAPUA
Terkait Video yang beredar di YOUTUBE tentang kesadisan Aparat militer Indonesia (POLRI Dan TNI) di Papaua yang membantai Rakyat Papua, akhirnya Polisi Republik Indonesia (POLRI) mengakui kebrutalan tersebut melalui Kantor berita Resmi RI ANTARA.
Dalam pengakuan yang dilakukan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Irjen Pol Edward Aritonang pembantaian yang dilakukan terhadap Yawan Yaweni memang dilakukan oleh anggota POLRI pada bulan Mei 2009.
- Video Pembunuhan Aktivis Papua Beredar Youtube
- 50 ANGGOTA KONGRES AS
- FOR IMMEDIATE RELEASE
- TEROR MENYEBAR : Wartawan Merauke TV Tewas
- Heran, Rakyat Papua Masih Miskin
- Pemerintah Akan Umumkan Hasil Uji Sampel Freeport
- KPU Kota Jayapura Tunda Pemilu Kada
- Gempa 7,1SR guncang Biak
- Pemerintah Segera Audit Pelaksanaan Otonomi Khusus Papua
- Sebut Pepera Final, Meset Dinilai Keliru
- SORE INI 27 JULI, PERSIPURA Vs SRIWIJAYA
- HASIL KONGRES OPM : "Papua Ingin Merdeka"
- Otsus Bikin Papua Makin Terbelakang
- Amnesti Internasional Kecewa atas Keputusan Amerika Serikat
- Bupati Puncak di Papua Diminta Turun
- Koruptor Papua = Separatis
- SBY : "Ada Simpul yang Macet di Papua"
- Dugaan Politik Uang di KPU Mamberamo Raya
- KOREM 171/PVT PAPUA : Konflik Bersenjata di Timika Tak Ada yang Tunggangi
- PNG Diguncang Gempa 7,2 SR
- Merpati Tergelincir di Bintuni, Papua
- DPR RI Curigai Freeport produksi Uranium
- Pembinaan Grup Tari Papua Dianggarkan Rp100 Juta
- Letnan Jend. Soedirman Samosir Tewas
- Barnabas Suebu Gagas Program Respek
SAHAM |
KURS |



Pertama-tama Komunitas-Papua mengucapkan SELAMAT & SUKSES atas kemajuan luar biasa yang telah dicapai oleh Bung Andy dan Dr. Ondowame di Vanuatu, sehingga Perjuangan Kemerdekaan Papua dapat diakui eksistensinya oleh Pemerintah sah yang berkuasa saat ini maupun kaum oposisi serta rakyat dinegara tersebut dan bersedia menjadi sponsor untuk membawah masalah Papua ke jenjang yang lebih tinggi di PBB untuk meninjau kembali status Papua Barat.
Video amatir yang berisi detik-detik terakhir hidup Yawen Wayeni, aktivis Papua yang tewas Agustus tahun lalu beredar di YouTube (
Pemerintah mengaku heran dengan Indeks Pembangunan Manusia di Pulau Papua sampai saat ini masih saja rendah. Padahal pemerintah telah mengalokasikan dana hingga puluhan triliun untuk dua provinsi di Timur Indonesia tersebut.
Timika - Pemerintah akan mengumumkan secara resmi hasil uji laboratorium terhadap sampel yang diambil di areal pertambangan PT Freeport Indonesia apakah mengandung uranium atau tidak sebagaimana yang dikhawatirkan oleh berbagai kalangan akhir-akhir ini.
Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat diminta agar cepat, bijaksana dan dengan hati yang tulus untuk rakyat Papua, mengaji, mendalami dan menanggapi secara positif permintaan referendum yang disampaikan sebagian masyarakat Papua belum lama ini.
Pembebasan Yusak Pakage pekan ini bukan berarti kebijakan Jakarta terhadap Papua berubah. Menurut Benny Giay, aktivis HAM Papua, pembebasan ini siasat SBY menutupi keadaan di Papua dan menunjukkan Indonesia seolah-olah sudah demokratis. Padahal Papua dipenjara dan diperlakukan tidak adil.
Komunitas Papua news,














